Melihat Kemampuan Bahasa Inggris Laskar Dewantara Muda 2019

 

Malang, 30/08/19. Sabtu pagi, sekitar pukul 06.30, Gedung Graha Cakrawala telah dikerumuni oleh mahasiswa-mahasiswa baru yang telah dijadwalkan untuk mengikuti Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI). Terlihat antusiasme tinggi dari wajah wajah baru Laskar Dewantara Muda ini. Di tangan-tangan mereka sudah siap Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang nantinya akan ditunjukkan kepada pengawas tes sebagai tanda bahwa peserta adalah mahasiswa baru Angkatan 2019.

(1.1) Peserta TKBI bersiap di selasar Gedung Graha Cakrawala
(1.2) Peserta TKBI bersiap di selasar Gedung Graha Cakrawala

Pukul 06.45 peserta tes langsung dipersilakan masuk ke dalam tempat tes. Para pengawas dengan sigap memberi arahan pada peserta untuk menempati kursi-kursi yang sudah disediakan. Tepat pukul 07.00, Dra. Sri Andreadi, M.Ed dan Nur F. Jannah, M.Pd, selaku Koordinator TKBI 2019, membuka tes hari ini, didampingi oleh Direktur Balai Bahasa dan Budaya Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Dr. Utari Praba Astuti, M.A. Tak seru rasanya jika tidak ada peserta yang datang terlambat dengan wajah cemas. Ya, di selasar Gedung Graha Cakrawala Tim TKBI, dibantu oleh Petugas Keamanan Gedung, berseru pada para mahasiswa baru untuk segera memasuki Gedung. Para mahasiswa yang datang terlambat pun memasuki Gedung tepat ditengah-tengah Koordinator Tes memberikan arahan.

(2.1) IbuDra. Sri Andreadi, M.Ed, selaku Koordinator Tes memberikan arahan kepada peserta TKBI 2019
(2.2) Ibu Nur F. Jannah, M.Pd, selaku Koordinator Tes memberikan arahan kepada peserta TKBI 2019

Acara tahunan di bawah koordinasi bagian Sarana Akademik (Sardik) UM ini wajib untuk mahasiswa baru. Tahun 2019 ini, TKBI diikuti oleh total 6.540 mahasiswa baru dari seluruh jurusan yang ada di UM dengan didampingi oleh total 113 pengawas dari Universitas Negeri Malang. Balai Bahasa dan Budaya Fakultas Sastra UM (BBB FS UM) sendiri adalah tim pelaksana dari tes ini. Seluruh soal dan perangkat lainnya difasilitasi oleh BBB FS UM. TKBI ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa UM dalam berbahasa Inggris, sebagaimana kita tahu bahwa Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional yang harus dikuasai. Adapun kemampuan yang diujikan adalah Listening, Structure, dan Reading. TKBI ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Sabtu, 24 Agustus lalu berakhir pada Minggu, 25 Agustus. Karena banyaknya jumlah mahasiswa baru, tiap harinya TKBI ini dibagi 3 sesi dengan rincian sesi pertama pukul 07.00-09.30, sesi kedua pukul 10.00-12.30, dan sesi ketiga pukul 13.00-15.30.

(3.1) Gedung Graha Cakrawal telah dipenuhi mahasiswa baru.
(3.2) Para mahasiswa baru tengah mengerjakan Tes Kemampuan Bahasa Inggris.
(3.3) Peseta tengah mengerjakan soal tes.
(3.4) Peserta tengah mengerjakan soal tes.

Dijumpai sebelum tes dimulai, Novi Mujahidatun Nikmah, mahasiswa baru dari Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Prodi S1 Tata Niaga, mengungkapkan bahwa ia siap mengikuti TKBI 2019 ini. Disusul oleh Akbar Ramadhani, dari fakultas yang sama, juga mengaku siap untuk mengikuti TKBI tahun ini.

Ada satu bagian yang menarik selama TKBI tahun ini. Berdasarkan data dari Gerakan Mahasiswa Peduli Inklusi dan Disabilitas Universiatas Negeri Malang (GEMPITA UM), ada sekitar 7 mahasiswa yang membutuhkan pendampingan khusus selama tes berlangsung. Maka dari itu, selama tes, Tim TKBI dan Tim GEMPITA mendampingi peserta tersebut untuk membacakan soal dan mengarsir Lembar Jawaban Komputer (LJK).

(4.1) Berada di ruangan terpisah, Tim TKBI dan TIM GEMPITA UM mendampingi peserta tes yang berkebutuhan khusus.
(4.2) Tim TKBI dan Tim GEMPITA UM mendampingi peserta untuk sesi Listening.

 

(4.3) Berada di ruangan terpisah, Tim GEMPITA UM mendampingi peserta tes yang berkebutuhan khusus.
(4.4) Tim GEMPITA UM mendampingi peserta berkebutuhan khusus selama Listening Section

Tes berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam. Di akhir sesi, tiga mahasiswi dari jurusan Psikologi kami wawancarai perihal tes TKBI hari pertama. Mereka kompak mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan soal TKBI cukup sulit. Ketiganya memiliki kesulitan yang berbeda-beda. Tarisya, mahasiswi baru jurusan Psikologi, menerangkan bahwa Reading Section cukup sulit untuk dikerjakan karena terdapat beberapa kosakata dalam bahasa Inggris yang belum ia ketahui. Adapun kedua temannya, Darin dan Vina , merasa bahwa Listening Section adalah bagian yang cukup sulit.

(5.1) Dari kiri, Darin, Tarisya, dan Vina, mahasiswa baru angkatan 2019 dari jurusan Psikologi.

Di akhir tes di hari Sabtu, Ibu Utari Praba Astuti memberikan pesan untuk para peserta TKBI 2019 untuk datang tempat waktu dan mempersiapkan diri lebih awal. Ibu Utari juga melanjutkan bahwa tes ini hanya dilakukan sekali dalam setahun dan hanya diperuntukkan kepada mahasiswa baru Universitas Negeri Malang, jadi diharapkan untuk seluruh mahasiswa baru dapat mengikutinya. (Sarah | Internship 2019)

 

Penulis: Sarah Maghvira

Dokumentasi: Sarah Maghvira, Nabilah Haruna

Editor: Ratih Mufidah